Wednesday, 27 August 2014

BIPOLAR DISORDER

sumber : wikipedia
 Bipolar disorder adalah jenis penyakit psikologi, ditandai dengan perubahan mood (alam perasaan) yang sangat ekstrim, yaitu berupa depresi dan mania. Pengambilan istilah bipolar disorder mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim. Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi , seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood swings yang ekstrim yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi). Dahulu, penyakit ini disebut dengan "manic-depressive". Suasana hati meningkat secara klinis disebut sebagai mania atau, jika ringan, hypomania . Individu yang mengalami episode mania juga sering mengalami episode depresi, atau gejala, atau episode campuran dimana kedua fitur mania dan depresi hadir pada waktu yang sama. Episode ini biasanya dipisahkan oleh periode "normal" suasana hati (mood) , tetapi, dalam beberapa depresi, individu dan mania mungkin berganti dengan sangat cepat, yang dikenal sebagai “rapid-cycle”. Manic episode Ekstrim kadang-kadang dapat menyebabkan gejala psikotik seperti delusi dan halusinasi .Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik. Gangguan tersebut telah dibagi menjadi bipolar I , bipolar II, cyclothymia , dan jenis lainnya, berdasarkan sifat dan pengalaman tingkat keparahan episode mood; kisaran sering digambarkan sebagai spektrum bipolar. Bisa dikatakan bahwa insiden gangguan bipolar tidak tinggi antara 0,3-1,5 persen. Tapi angka tersebut belum termasuk yang misdiagnosis (biasa terdiagnosis sebagai skizofrenia). Gangguan jiwa bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri. Di beberapa kota di Indonesia juga mulai dilaporkan penderita berusia remaja. Resiko kematian terus membayangi penderita bipolar dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas. Episode pertama bisa timbul mulai dari masa kanak-kanak sampai tua. Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini seseorang menderita bipolar, risiko penyakit akan lebih berat, berkepanjangan, bahkan sering kambuh. Sementara anak-anak berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan dengan gangguan hiperaktif defisit atensi. Orang yang berisiko mengalami gangguan bipolar adalah mereka yang mempunyai anggota keluarga mengidap penyakit bipolar. Tanda dan gejala[sunting | sunting sumber] Bipolar disorder dapat terlihat sangat berbeda pada orang yang berbeda. Gejala bervariasi dalam pola mereka, keparahan, dan frekuensi. Beberapa orang lebih rentan terhadap baik mania atau depresi, sementara yang lain bergantian sama antara dua jenis episode. Beberapa gangguan mood sering, sementara yang lain hanya mengalami sedikit selama seumur hidup. Ada empat jenis mood episode dalam Bipolar Disorder: mania, hypomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis mood episode bipolar disorder memiliki gejala yang unik.
 Tanda dan Gejala Mania[sunting | sunting sumber] Gejala-gejala dari tahap mania bipolar disorder adalah sebagai berikut:
 1.Gembira berlebihan
 2.Mudah tersinggung sehingga mudah marah
 3.Merasa dirinya sangat penting
 4.Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain
 5.Penuh ide dan semangat baru
 6.Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya
 7.Seperti mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengar
 8,Nafsu seksual meningkat
 9.Menyusun rencana yang tidak masuk akal
10.Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
11.Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan
12.Menghamburkan uang
 13.Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan
14.Merasa sangat mengenal orang lain
15.Mudah melempar kritik terhadap orang lain
16.Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
17.Sulit tidur
18.Merasa sangat bersemangat, seakan-akan 1 hari tidak cukup 24 jam Tanda dan Gejala Hypomania[sunting | sunting sumber]

Hypomania adalah bentuk kurang parah mania. Orang-orang dalam keadaan hypomanic merasa gembira, energik, dan produktif, tetapi mereka mampu meneruskan kehidupan mereka sehari-hari dan mereka tidak pernah kehilangan kontak dengan realitas. Untuk yang lain, mungkin tampak seolah-olah orang dengan hypomania hanyalah dalam suasana hati yang luar biasa baik. Namun, hypomania dapat menghasilkan keputusan yang buruk yang membahayakan hubungan, karier, dan reputasi. Selain itu, hypomania sering kali dapat "naik kelas" untuk mania penuh dan terkadang dapat diikuti oleh episode depresi besar. Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami halusinasi dan delusi.
Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania.Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder adalah sebagai berikut:
1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas.
2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah.
3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.

 Tanda dan Gejala Depresi Bipolar[sunting | sunting sumber] Gejala-gejala dari tahap depresi bipolar disorder adalah sebagai berikut:
 1,Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan
2.Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas
 3.Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu
4.Tidak mampu merasakan kegembiraan
5.Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga
 6.Sulit konsentrasi
7.Merasa tak berguna dan putus asa
8.Merasa bersalah dan berdosa
 9.Rendah diri dan kurang percaya diri
10.Beranggapan masa depan suram dan pesimistis
11.Berpikir untuk bunuh diri
 12.Hilang nafsu makan atau makan berlebihan
13.Penurunan berat badan atau penambahan berat badan
14.Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan
15.Mual sehingga berbicara pun susah karena menahan rasa mual, mulut kering, Susah BAB, dan terkadang diare
16,Kehilangan gairah seksual
 17.Menghindari komunikasi dengan orang lain Hampir semua penderita bipolar disorder mempunyai pikiran tentang bunuh diri dan 30% diantaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara. Tanda dan Gejala Episode Campuran[sunting | sunting sumber] Sebuah episode bipolar disorder campuran dari kedua fitur gejala mania atau hypomania dan depresi.
 Tanda-tanda umum episode campuran termasuk depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, insomnia, distractibility, dan pikiran berlomba (Flight of idea). Kombinasi energi tinggi dan rendah membuat suasana hati (mood) penderita beresiko yang sangat tinggi untuk bunuh diri. Dalam konteks bipolar disorder, episode campuran (mixed state) adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlal-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantian dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Alkohol, narkoba, dan obat-obat antipedresan sering dikonsumsi oleh penderita saat berada pada epiode ini. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination. Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut. 1. Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya. 2. Memiliki pandangan pribadi tentang kematian. 3. Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol. 4. Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon. Penderita yang mengalami gejala-gejala tersebut atau siapa saja yang mengetahuinya sebaiknya segera menelepon dokter atau ahli jiwa, jangan meninggalkan penderita sendirian, dan jauhkan benda-benda atau peralatan yang beresiko dapat membahayakan penderita atau orang-orang disekelilingnya. Faktor Penyebab[sunting | sunting sumber] Genetik[sunting | sunting sumber] Gen bawaan adalah faktor umum penyebab bipolar disorder. Seseorang yang lahir dari orang tua yang salah satunya merupakan pengidap bipolar disorder memiliki resiko mengidap penyakit yang sama sebesar 15%-30% dan bila kedua orang tuanya mengidap bipolar disorder, maka 50%-75%. anak-anaknya beresiko mengidap bipolar disorder. Kembar identik dari seorang pengidap bipolar disorder memiliki resiko tertinggi kemungkinan berkembangnya penyakit ini daripada yang bukan kembar identik. Penelitian mengenai pengaruh faktor genetis pada bipolar disorder pernah dilakukan dengan melibatkan keluarga dan anak kembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10-15% keluarga dari pasien yang mengalami gangguan bipolar disorder pernah mengalami satu episode gangguan mood. Fisiologis[sunting | sunting sumber] 1. Sistem Neurochemistry dan Mood Disorders Salah satu faktor utama penyebab seseorang mengidap bipolar disorder adalah terganggunya keseimbangan cairan kimia utama di dalam otak. Sebagai organ yang berfungsi menghantarkan rangsang, otak membutuhkan neurotransmitter (saraf pembawa pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lainnya) dalam menjalankan tugasnya. Norepinephrin, dopamine, dan serotonin adalah beberapa jenis neurotransmitter yang penting dalam penghantaran impuls syaraf. Pada penderita bipolar disorder, cairan-cairan kimia tersebut berada dalam keadaan yang tidak seimbang. Sebagai contoh, suatu ketika seorang pengidap bipolar disorder dengan kadar dopamine yang tinggi dalam otaknya akan merasa sangat bersemangat, agresif, dan percaya diri. Keadaan inilah yang disebut fase mania. Sebaliknya dengan fase depresi. Fase ini terjadi ketika kadar cairan kimia utama otak itu menurun di bawah normal, sehingga penderita merasa tidak bersemangat, pesimis, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri yang besar. Seseorang yang menderita bipolar disorder menandakan adanya gangguan pada sistem motivasional yang disebut dengan behavioral activation system (BAS). BAS memfasilitasi kemampuan manusia untuk memperoleh reward (pencapaian tujuan) dari lingkungannya. Hal ini dikaitkan dengan positive emotional states, karakteristik kepribadian seperti ekstrovert(bersifat terbuka), peningkatan energi, dan berkurangnya kebutuhan untuk tidur. Secara biologis, BAS diyakini terkait dengan jalur saraf dalam otak yang melibatkan dopamine dan perilaku untuk memperoleh reward. Peristiwa kehidupan yang melibatkan reward atau keinginan untuk mencapai tujuan diprediksi meningkatkan episode mania tetapi tidak ada kaitannya dengan episode depresi. Sedangkan peristiwa positif lainnya tidak terkait dengan perubahan pada episode mania. 2. Sistem Neuroendokrin Area limbik di otak berhubungan dengan emosi dan mempengaruhi hipotalamus.Hipotalamus berfungsi mengontrol kelenjar endokrin dan tingkat hormon yang dihasilkan. Hormon yang dihasilkan hipotalamus juga mempengaruhi kelenjar pituarity. Kelenjar ini terkait dengan gangguan depresi seperti gangguan tidur dan rangsangan selera. Berbagai temuan mendukung hal tersebut, bahwa orang yang depresi memiliki tingkat dari cortisol (hormon adrenocortical) yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh produksi yang berlebih dari pelepasan hormon rotropin oleh hipotalamus. Produksi yang berlebih dari cortisol pada orang yang depresi juga menyebabkan semakin banyaknya kelenjar adrenal. Banyaknya cortisol tersebut juga berhubungan dengan kerusakan pada hipoccampus dan penelitian juga telah membuktikan bahwa pada orang depresi menunjukkan hipoccampal yang tidak normal. Penelitian mengenai Cushing’s Syndrome juga dikaitkan dengan tingginya tingkat cortisol pada gangguan depresi Lingkungan[sunting | sunting sumber] Bipolar Disorder tidak memiliki penyebab tunggal. Tampaknya orang-orang tertentu secara genetik cenderung untuk bipolar disorder. Namun tidak semua orang dengan kerentanan mewarisi penyakit berkembang, menunjukkan bahwa gen bukanlah satu-satunya penyebab. Beberapa studi pencitraan otak menunjukkan perubahan fisik pada otak orang dengan bipolar disorder. Dalam penelitian lain disebutkan, poin ketidakseimbangan neurotransmitter, fungsi tiroid yang abnormal, gangguan ritme sirkadian, dan tingkat tinggi hormon stres kortisol. Faktor eksternal lingkungan dan psikologis juga diyakini terlibat dalam pengembangan bipolar disorder. Faktor-faktor eksternal yang disebut pemicu. Pemicu dapat memulai episode baru mania atau depresi atau membuat gejala yang ada buruk. Namun, banyak episode gangguan bipolar terjadi tanpa pemicu yang jelas. Penderita penyakit ini cenderung mengalami faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antar perseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (reward) dalam hidup. Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat. Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan. Selain itu, seorang penderita bipolar disorder yang gejalanya mulai muncul saat masa ramaja kemungkinan besar mempunyai riwayat masa kecil yang kurang menyenangkan seperti mengalami banyak kegelisahan atau depresi. Selain penyebab diatas, alkohol, obat-obatan, dan penyakit lain yang diderita juga dapat memicu munculnya bipolar disorder. Di sisi lain, keadaan lingkungan di sekitarnya yang baik dapat mendukung penderita gangguan ini sehingga bisa menjalani kehidupan dengan normal. Berikut ini adalah faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya BD, antara lain: Stress - peristiwa kehidupan Stres dapat memicu gangguan bipolar pada seseorang dengan kerentanan genetik. Peristiwa ini cenderung melibatkan perubahan drastis atau tiba-tiba-baik atau buruk-seperti akan menikah, akan pergi ke perguruan tinggi, kehilangan orang yang dicintai, dipecat. Penyalahgunaan Zat - Meskipun penyalahgunaan zat tidak menyebabkan gangguan bipolar, itu dapat membawa pada sebuah episode dan memperburuk perjalanan penyakit. Obat-obatan seperti kokain, ekstasi, dan amphetamine dapat memicu mania, sedangkan alkohol dan obat penenang dapat memicu depresi. Obat - obat tertentu, terutama obat-obatan antidepresan, bisa memicu mania. Obat lain yang dapat menyebabkan mania termasuk obat flu over-the-counter, penekan nafsu makan, kafein, kortikosteroid, dan obat tiroid. Perubahan Musiman - Episode mania dan depresi sering mengikuti pola musiman. Manic episode lebih sering terjadi selama musim panas, dan episode depresif lebih sering terjadi selama musim dingin, musim gugur, dan musim semi (untuk negara dengan 4 musim). Kurang Tidur - Rugi tidur-bahkan sesedikit melewatkan beberapa jam istirahat-bisa memicu episode mania Self help[sunting | sunting sumber] Sementara berurusan dengan bipolar disorder tidak selalu mudah, tidak harus menjalankan kehidupan Anda. Tetapi untuk sukses mengelola bipolar disorder, Anda harus membuat pilihan cerdas. gaya hidup Anda dan kebiasaan sehari-hari memiliki dampak yang signifikan terhadap suasana hati Anda. Baca terus untuk cara-cara untuk membantu diri Anda sendiri: Dapatkan pendidikan tentang cara mengatasi gangguan. Pelajari sebanyak yang Anda bisa tentang bipolar. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda akan berada dalam membantu pemulihan Anda sendiri. Jauhkan stress. Hindari stres tinggi dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam. Mencari dukungan Sangat penting untuk memiliki orang yang dapat Anda berpaling untuk meminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya. Buatlah pilihan yang sehat. Sehat tidur, makan, dan berolahraga kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting. Monitor suasana hati Anda. Melacak gejala Anda dan perhatikan tanda-tanda bahwa suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga Anda dapat menghentikan masalah sebelum dimulai

Sunday, 22 December 2013

ADHD PADA ANAK

Penanganan Terkini Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Pada Anak SUMBER ; Widodo Judarwanto. Children Grow Up Clinic, Jakarta Indonesia PENDAHULUAN Istilah attention deficit masih sering menyesatkan. Secara umum, saat ini beberapa teori yang medominasi menunjukkan bahwa orang dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan perhatian defisit (ADD), benar-benar memiliki kesulitan mengatur perhatian mereka; perhatian menghambat mereka terhadap rangsangan atau fokus terlalu intens pada rangsangan tertentu untuk mengesampingkan apa yang relevan. Di satu sisi terlalu sedikit perhatian, penderita ADHD (ADD) memperhatikan terlalu banyak hal, yang menyebabkan mereka untuk memiliki fokus sedikit. Tiga bentuk dasar ADHD (ADD) dijelaskan dalam IV Diagnostik dan Statistik Manual (DSM-IV) dari American Psychiatric Association (APA) adalah (1) attentional;. (2) hiperaktif / impulsif, dan ( 3) gabungan, yang paling sering kombinasi bentuk atensi dan hiperaktif. Fungsi utama neurologis terganggu oleh ketidakseimbangan neurotransmiter ADHD (ADD) jatuh ke dalam kategori fungsi eksekutif. Terdapat 6 tugas utama fungsi eksekutif yang paling sering terdistorsi pada ADHD (ADD) meliputi Pergeseran dari satu pola pikir atau strategi yang lain yaitu, fleksibilitas Organisasi misalnya, mengantisipasi baik kebutuhan dan masalah Perencanaan misalnya, penetapan tujuan Memori kerja yaitu, menerima, menyimpan, kemudian mengambil informasi dalam memori jangka pendek Memisahkan mempengaruhi dari kognisi yaitu, memisahkan emosi seseorang dari alasan seseorang) Menghambat dan mengatur tindakan verbal dan motorik (misalnya, melompat ke kesimpulan terlalu cepat, kesulitan mengantri dengan cara yang sesuai). Berlawanan dengan beberapa laporan media, ADHD (ADD) bukanlah hal baru. Pada awal 1900-an, diagnosis menekankan komponen hiperaktivitas. Saat ini bidang folus perhatuian utama pada faktor hiperaktivitas, impulsivitas, dan kurangnya perhatian. Namun, laporan telah menyinggung gangguan yang melibatkan hiperaktif, impulsif, dan kurangnya perhatian dalam hubungannya dengan distractibility dan pola gairah pantas sepanjang sejarah medis. Yang baru adalah kesadaran ditingkatkan ADHD (ADD) sekunder untuk cepat mengumpulkan temuan penelitian dan penambahan kepada DSM pada tahun 1980. Sejak dua puluh tahun terakhir Gangguan Pemusatan Perhatian ini sering disebut sebagai ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorders. Gangguan ini ditandai dengan adanya ketidakmampuan anak untuk memusatkan perhatiannya pada sesuatu yang dihadapi, sehingga rentang perhatiannya sangat singkat waktunya dibandingkan anak lain yang seusia, Biasanya disertai dengan gejala hiperaktif dan tingkah laku yang impulsif. Kelainan ini dapat mengganggu perkembangan anak dalam hal kognitif, perilaku, sosialisasi maupun komunikasi. Gangguan hiperaktif merupakan salah satu kelainan yang sering dijumpai pada gangguan perilaku pada anak. Dalam tahun terakhir ini gangguan hiperaktif menjadi masalah yang menjadi sorotan dan menjadi perhatian utama di kalangan medis ataupun di masyarakat umum.. Angka kejadian kelainan ini adalah sekitar 3 – 10%, di Ameriksa serikat sekitar 3-7% sedangkan di negara Jerman, Kanada dan Selandia Baru sekitar 5-10%. Diagnosis and Statistic Manual (DSM IV) menyebutkan prevalensi kejadian ADHD pada anak usia sekolah berkisar antara 3 hingga 5 persen. Di indonesia angka kejadiannya masih belum angka yang pasti, meskipujh tampaknya kelainan ini tampak cukup banyak terjadi. Terkadang seorang anak hanya dianggap ‘nakal’ atau ‘bandel’ dan ‘bodoh’, sehingga seringkali tidak ditangani secara benar, seperti dengan kekerasan yang dilakukan oleh orang tua dan guru akibat dari kurangnya pengertian dan pemahaman tentang ADHD. Terdapat kecenderungan lebih sering pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Secara epidemiologis rasio kejadian dengan perbandingan 4 : 1. Namun tampaknya semakin lama tampaknya kejadiannya semakin meningkat saja. Sering dijumpai pada anak usia pra sekolah dan usia sekolah, terdapat kecenderungan keluhan ini akan berkurang setelah usia Sekolah Dasar. Meskipun tak jarang beberapa manifestasi klinis tersebut dijumpai pada remaja atau orang dewasa. ADHD adalah gangguan perkembangan yang mempunyai onset gejala sebelum usia 7 tahun. Setelah usia anak, akan menetap saat remaja atau dewasa. Diperkirakan penderita ADHD akan menetap sekitar 15-20% saat dewasa. Sekitar 65% akan mengalami gejala sisa saat usia dewasa atau kadang secara perlahan menghilang. Angka kejadian ADHD saat usia dewasa sekitar 2-7%. Predisposisi kelainan ini adalah 25 persen pada keluarga dengan orang tua yang membakat. Deteksi dini gangguan ini sangat penting dilakukan untuk meminimalkan gejala dan akibat yang ditimbulkannya dikemudian hari. Hal ini harus melibatkan beberapa lapisan masyarakat. Baik dikalangan medis maupun nonmedis. Dokter umum, dokter spesialis anak dan klinisi lainnya yang berkaitan dengan kesehatn anak harus bisa mendeteksi sejak dini faktor resiko dan gejala yang terjadi. Manifestasi klinis yang terjadi dapat timbul pada usia dini namun gejalanya akan tampak nyata pada saat mulai sekolah melakukan anamnesa terhadap orang tua dan guru, guna mengevaluasi perkembangan dan mengarahkan pola pendidikan dan pengasuhan anak dengan hiperaktif bila dapat dilakukan deteksi dini dan penatalaksanaan pada tahap awal. ADHD Pada anak normal seringkali menunjukkan tanda-tanda: kurang perhatian, mudah teralihkan perhatiannya, emosi yang meledak-ledak bahkan aktifitas yang berlebihan. Hanya saja pada anak dengan kelainan ADHD, gejala-gejala ini lebih sering muncul dan lebih berat kualitasnya dibandingkan anak normal seusianya. Pola perhatian anak terhadap suatu hal terbagi menjadi beberapa klasifikasi. Kelompok yang paling berat adalah over exklusif dimana seorang anak hanya terfokus pada sesuatu yang menarik perhatiannya tanpa mempedulikan hal lain secara ekstrem (misalnya pada bayi yang sedang memperhatikan kancing bajunya dan tidak mempedulikan rangsangan lain), pola ini disebut autisme. Kelompok dengan derajat sedang terjadi fokus perhatian anak mudah teralihkan. Perhatian hanya mampu bertahan beberapa saat saja oleh suatu rangsangan lain yang mungkin tidak adekuat. Hal ini dinamakan kesulitan perhatian (attention deficit hyperactivity disorder). Kondisi normal adalah pola yang paling baik karena anak mampu memperhatikan sesuatu dan mengalihkannya terhadap yang lain pada saat yang tepat tanpa kehilangan daya konsentrasi, pola ini merupakan pola normal perkembangan mental anak secara matang. Definisi hiperaktifitas adalah suatu peningkatan aktifitas motorik hingga pada tingkatan tertentu yang menyebabkan gangguan perilaku yang terjadi, setidaknya pada dua tempat dan suasana yang berbeda. Aktifitas anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan yang ditandai dengan gangguan perasaan gelisah, selalu menggerak-gerakkan jari-jari tangan, kaki, pensil, tidak dapat duduk dengan tenang dan selalu meninggalkan tempat duduknya meskipun pada saat dimana dia seharusnya duduk degan tenang.. Terminologi lain yang dipakai mencakup beberapa kelainan perilaku meliputi : perasaan yang meletup-letup, aktifitas yang berlebihan, suka membuat keributan, membangkang dan destruktif yang menetap. Temperamen seorang anak adalah suatu karakteristik yang hidup dan dinamis, meski terkadang pada seorang anak lebih dinamis dibandingkan anak lain. Bila terjadi peningkatan aktifitas motorik yang berlebihan pada seorang anak dibandingkan anak lain sebayanya, maka sering kali ‘si-anak’ dikeluhkan sebagai hiperaktif oleh orang tuanya. Penilaian semacam ini sangat subyektif dan tergantung dari standar yang dipakai oleh orang tua dalam menilai tingkat aktifitas normal seorang anak. Anggapan bahwa si-anak ‘hiperaktif’ mungkin tidak tepat jika hanya karena si-anak menunjukkan tanda-tanda ‘nakal’ dan ‘bikin ribut’ pada saat tertentu tetapi secara keseluruhan menunjukkan aktifitas yang normal. Dalam hal ‘anak-ini’ justru kepada orang tuanya yang harus diberikan pengertian dan pengetahuan tentang bagaimana membimbing dan mengarahkan secara benar seorang anak dengan pola perilaku yang ‘menurut orang tua’ berlebihan Epidemiologi Prevalensi ADHD (ADD) pada anak sekitar 3-7%. ADHD (ADD) dikaitkan dengan komorbiditas psikiatri. Sekitar 50-60% dari individu dengan gangguan ini memenuhi kriteria DSM-IV untuk setidaknya satu dari kondisi hidup bersama mungkin, yang meliputi gangguan belajar, sindrom kaki gelisah, insufisiensi konvergensi mata, depresi, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian antisosial, gangguan penyalahgunaan zat , dan perilaku gangguan. Kemungkinan orang yang memiliki ADHD (ADD) jika ada anggota keluarga telah ADHD (ADD) atau salah satu gangguan umumnya terkait dengan ADHD (ADD) adalah signifikan. Orang dengan ADHD (ADD) telah diidentifikasi di setiap negara yang diteliti, dengan frekuensi yang sebanding. Morbiditas untuk ADHD (ADD) secara luas bervariasi. Kisaran ini adalah fungsi dari banyak faktor, termasuk wilayah tertentu dari defisit, respon lingkungan pasien untuk dan interaksi dengan defisit, terapi yang diberikan, dan adanya kondisi hidup berdampingan. ADHD (ADD) yang lebih sering didiagnosis pada anak laki-laki dari pada anak perempuan. Sebagian besar perkiraan rentang rasio pria-perempuan 3:01-4:01 pada populasi klinik. Namun, banyak masyarakat berbasis sampel menghasilkan rasio 2:1. Pengakuan ADHD (ADD) telah meningkat selama dekade terakhir, dan rasio pria-perempuan telah menurun, ini mungkin merupakan hasil dari pengakuan peningkatan ADHD lalai (ADD). Data mengenai kemungkinan bahwa seorang anak dengan ADHD (ADD) juga akan memiliki gangguan sebagai orang dewasa bertentangan. Sebagai definisi ADHD (ADD) subtipe meningkatkan, beberapa subtipe yang menyebabkan disfungsi lebih dewasa dari yang lain mungkin akan ditemukan. Sekitar 30-80% anak dengan ADHD (ADD) mengalami gangguan tersebut sebagai orang dewasa. Kebanyakan ahli percaya bahwa angka ini jauh di atas 50%. Gejala hiperaktif dapat menurunkan dengan usia karena tren perkembangan ke arah kontrol diri dan perubahan komposisi otak (yaitu, pemangkasan hubungan saraf berlimpah) yang terjadi selama masa remaja akhir. Namun, orang dengan ADHD (ADD) tahapan perkembangan dewasa nanti daripada populasi rata-rata. Gejala lalai tidak muncul untuk memiliki keuntungan perkembangan yang sama dan cenderung tetap konstan hingga dewasa. Patofisiologi Temuan dari studi neuropsikologi menunjukkan bahwa korteks frontal dan sirkuit yang menghubungkan mereka ke ganglia basal sangat penting untuk fungsi eksekutif dan, karena itu, untuk perhatian dan berolahraga penghambatan. Banyak temuan mendukung pandangan ini, termasuk yang dijelaskan dibawah ini. Fungsi eksekutif adalah tugas utama dari lobus frontal. MRI dari korteks prefrontal kanan mesial pada orang dengan ADHD (ADD) sangat mendukung aktivasi menurun (gairah rendah) selama tugas yang membutuhkan penghambatan respon motorik yang direncanakan dan waktu respon motor untuk isyarat sensorik. MRI pada orang dengan ADHD (ADD) juga sangat mendukung kegiatan melemah di korteks prefrontal kanan lebih rendah dan berekor kiri selama tugas yang melibatkan waktu respon motor untuk isyarat sensorik. Dalam upaya untuk mengeksplorasi berkorelasi saraf yang menengahi defisit respons inhibisi pada anak dengan ADHD, Spinelli, dkk (2011) meneliti pola fungsional aktivasi otak MRI anak usia 8-13 tahun dengan dan tanpa ADHD pada go / no-go tugas. Sementara penyimpangan dalam perhatian didahului kesalahan respons inhibisi pada anak tanpa ADHD, otak sirkuit terlibat dalam respon seleksi dan kontrol diaktifkan sebelum terjadi kesalahan pada anak dengan ADHD. Katekolamin adalah neurotransmiter utama dengan frontal lobus-fungsi. Katekolamin neurotransmisi terkontrol dopaminergik dan noradrenergik tampaknya menjadi target utama obat yang digunakan untuk mengobati ADHD (ADD). Sebuah studi yang dilakukan selasma 10 tahun oleh National Institute of Mental Health (NIMH) menunjukkan bahwa otak anak-anak dan remaja dengan ADHD (ADD) 3-4% lebih kecil daripada anak-anak sehat, dan bahwa pengobatan farmakologis tidak memperbaiki penyebabnya. Para pasien yang lebih parah, lobus frontal mereka yang lebih kecil, materi abu-abu temporal, inti berekor, dan otak kecil itu. Data dari 357 anak sehat, yang diperoleh dari studi MRI NIH Pengembangan Otak Normal, mencatat bahwa korteks tipis dan lebih lambat korteks menipis dikaitkan dengan skor perhatian yang lebih tinggi masalah, menunjukkan hubungan antara perhatian dan pematangan kortikal. Selain peran neurotransmiter paling sering dikaitkan dengan lobus frontal dan jalur yang disebutkan di atas, beberapa penyelidikan telah mulai menjajaki kemungkinan peran selama 5-hidroksitriptamin (5-HT). Meskipun daerah motorik otak dipersarafi oleh proyeksi 5-HT, tidak ada hubungan antara 5-HT dan ADHD (ADD) patologi motor yang belum teridentifikasi. Namun, koneksi telah dibuat untuk perhatian-terkait proses. Perubahan Aktifitas 5-HT tidak muncul untuk setidaknya bagian dari penyebab kesulitan dengan sensitivitas persepsi dan pemahaman yang tepat terhadap signifikansi relatif dari stimulasi. Penyebab Penyebab pasti dan patologi ADHD masih belum terungkap secara jelas. Seperti halnya gangguan autism, ADHD merupakan statu kelainan yang bersifat multi faktorial. Banyak faktor yang dianggap sebagai peneyebab gangguan ini, diantaranya adalah faktor genetik, perkembangan otak saat kehamilan, perkembangan otak saat perinatal, tingkat kecerdasan (IQ), terjadinya disfungsi metabolisme, ketidak teraturan hormonal, lingkungan fisik, sosial dan pola pengasuhan anak oleh orang tua, guru dan orang-orang yang berpengaruh di sekitarnya. Banyak penelitian menunjukkan efektifitas pengobatan dengan psychostimulants, yang memfasilitasi pengeluaran dopamine dan noradrenergic tricyclics. Kondisi ini mengungatkan sepukalsi adanya gangguan area otak yang dikaitkan dengan kekuirangan neurotransmitter. Sehingga neurotransmitters dopamine and norepinephrine sering diokaitkan dengan ADHD.. Faktor genetik tampaknya memegang peranan terbesar terjadinya gangguan perilaku ADHD. Beberapa penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa hiperaktifitas yang terjadi pada seorang anak selalu disertai adanya riwayat gangguan yang sama dalam keluarga setidaknya satu orang dalam keluarga dekat. Didapatkan juga sepertiga ayah penderita hiperaktif juga menderita gangguan yang sama pada masa kanak mereka. Orang tua dan saudara penderita ADHD mengalami resiko 2-8 kali lebih mudah terjadi ADHD, kembar monozygotic lebih mudah terjadi ADHD dibandingkan kembar dizygotic juga menunjukkan keterlibatan fator genetik di dalam gangguan ADHD. Keterlibatan genetik dan kromosom memang masih belum diketahui secara pasti. Beberapa gen yang berkaitan dengan kode reseptor dopamine dan produksi serotonin, termasuk DRD4, DRD5, DAT, DBH, 5-HTT, dan 5-HTR1B, banyak dikaitkan dengan ADHD. Penelitian neuropsikologi menunjukkkan kortek frontal dan sirkuit yang menghubungkan fungsi eksekutif bangsal ganglia. Katekolamin adalah fungsi neurotransmitter utama yang berkaitan dengan fungsi otak lobus frontalis. Sehingga dopaminergic dan noradrenergic neurotransmission tampaknya merupakan target utama dalam pengobatan ADHD. Teori lain menyebutkan kemungkinan adanya disfungsi sirkuit neuron di otak yang dipengaruhi oleh dopamin sebagai neurotransmitter pencetus gerakan dan sebagai kontrol aktifitas diri. Akibat gangguan otak yang minimal, yang menyebabkan terjadinya hambatan pada sistem kontrol perilaku anak. Dalam penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan MRI didapatkan gambaran disfungsi otak di daerah mesial kanan prefrontal dan striae subcortical yang mengimplikasikan terjadinya hambatan terhadap respon-respon yang tidak relefan dan fungsi-fungsi tertentu. Pada penderita ADHD terdapat kelemahan aktifitas otak bagian korteks prefrontal kanan bawah dan kaudatus kiri yang berkaitan dengan pengaruh keterlambatan waktu terhadap respon motorik terhadap rangsangan sensoris. Beberapa peneliti lainnya mengungkapkan teori maturation lack atau suatu kelambanan dalam proses perkembangan anak-anak dengan ADHD. Menurut teori ini, penderita akhirnya dapat mengejar keterlambatannya dan keadaan ini dipostulasikan akan terjadi sekitar usia pubertas. Sehingga gejala ini tidak menetap tetapi hanya sementara sebelum keterlambatan yang terjadi dapat dikejar. Banyak peneliti mengungkapkan penderita ADHD dengan gangguan saluran cerna sering berkaitan dengan penerimaan reaksi makanan tertentu. Teori tentang alergi terhadap makanan, teori feingold yang menduga bahwa salisilat mempunyai efek kurang baik terhadap tingkah laku anak, serta teori bahwa gula merupakan substansi yang merangsang hiperaktifitas pada anak. Disebutkan antara lain tentang teori megavitamin dan ortomolecular sebagai terapinya Kerusakan jaringan otak atau ‘brain damage yang diakibatkan oleh trauma primer dan trauma yang berulang pada tempat yang sama. Kedua teori ini layak dipertimbangkan sebagai penyebab terjadinya syndrome hiperaktifitas yang oleh penulis dibagi dalam tiga kelompok. Dalam gangguan ini terjadinya penyimpangan struktural dari bentuk normal oleh karena sebab yang bermacam-macam selain oleh karena trauma. Gangguan lain berupa kerusakan susunan saraf pusat (SSP) secara anatomis seperti halnya yang disebabkan oleh infeksi, perdarahan dan hipoksia. Perubahan lainnya terjadi gangguan fungsi otak tanpa disertai perubahan struktur dan anatomis yang jelas. Penyimpangan ini menyebabkan terjadinya hambatan stimulus atau justru timbulnya stimulus yang berlebihan yang menyebabkan penyimpangan yang signifikan dalam perkembangan hubungan anak dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya. Penelitian dengan membandingkan gambaran MRI antara anak dengan ADHD dan anak normal, ternyata menghasilkan gambaran yang berbeda, dimana pada anak dengan ADHD memiliki gambaran otak yang lebih simetris dibandingkan anak normal yang pada umumnya otak kanan lebih besar dibandingkan otak kiri. Dengan pemeriksaan radiologis otak PET (positron emission tomography) didapatkan gambaran bahwa pada anak penderita ADHD dengan gangguan hiperaktif yang lebih dominan didapatkan aktifitas otak yang berlebihan dibandingkan anak yang normal dengan mengukur kadar gula (sebagai sumber energi utama aktifitas otak) yang didapatkan perbedaan yang signifikan antara penderita hiperaktif dan anak normal. FAKTOR RESIKO Dalam melakukan deteksi dini gangguan perilaku ini maka perlu diketahui faktor resiko yang bisa mengakibatkan gangguan ADHD. Banyak bukti penelitian yang menunjukkan peranan disfungsi Susunan saraf pusat (SSP). Sehingga beberapa kelainan dan gangguan yang terjadi sejak kehamilan, persalinan dan masa kanak-kanak harus dicermati sebagai faktor resiko. Selama periode kehamilan, disfungsi SSP disebabkan oleh gangguan metabolik, genetik, infeksi, intoksikasi, obat-obatan terlarang, perokok, alkohol dan faktor psikogenik. Penyakit diabetes dan penyakit preeklamsia juga harus dicermati. Pada masa persalinan, disebabkan oleh: prematuritas, post date, hambatan persalinan, induksi persalinan, kelainan letak (presentasi bayi), efek samping terapi, depresi sistem immun dan trauma saat kelahiran normal. Sedangkan periode kanak-kanak har5uis dicermati gangguan saluran cerna kronis, infeksi, trauma, terapi medikasi, keracunan, gangguan metabolik, gangguan vaskuler, faktor kejiwaan, keganasan dan terjadinya kejang. Riwayat kecelakaan hingga harus dirawat di rumah sakit,kekerasan secara fisik, verbal, emosi atau merasa diterlantarkan. Trauma yang serius, menerima perlakuan kasar atau merasa kehilangan sesuatu selama masa kanak-kanak, tidak sadar diri atau pingsan. Diagnosis banding Anxiety Disorder: Generalized Anxiety Anxiety Disorder: Obsessive-Compulsive Disorder Anxiety Disorder: Separation Anxiety and School Refusal Conduct Disorder Eating Disorder: Anorexia Eating Disorder: Bulimia Learning Disorder: Mathematics Learning Disorder: Reading Learning Disorder: Written Expression Mood Disorder: Bipolar Disorder Mood Disorder: Depression Oppositional Defiant Disorder Pervasive Developmental Disorder Pervasive Developmental Disorder: Asperger Syndrome Sleep Disorder: Night Terrors Sleep Disorder: Nightmares Sleep Disorder: Problems Associated With Other Disorders Penaganan 2 komponen utama dalam perawatan medis anak-anak dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan perhatian defisit sebelumnya disebut (ADD), adalah terapi perilaku dan farmasi. Komponen farmasi tercakup dalam Obat. Kebanyakan komponen perawatan perilaku berlangsung aktifitas out door atau di luar kantor penyedia utama layanan ini. Komponen umum secara singkat dijelaskan di bawah ini untuk membantu dalam arahan dan konsultasi. Tidak semua komponen yang diperlukan untuk setiap anak. Intervensi sekolah atau pendidikan Usia anak pada diagnosis awal dan tingkat keparahan gejala ADHD (ADD) kemungkinan mempengaruhi sejauh mana manfaat anak dari bekerja dengan spesialis pendidikan. Konsultan awalnya terlibat dengan diagnosis dan evaluasi juga dapat penting dalam mempromosikan pengembangan keterampilan belajar. Guru memiliki fungsi penting. Umpan balik berkala mereka tentang kinerja sekolah anak melalui penggunaan skala standar, deskripsi narasi, dan telepon tindak lanjut umumnya merupakan komponen yang sangat diperlukan perawatan berkelanjutan. Pelaksanaan akomodasi akademik dan adaptasi sering diperlukan Psikoterapi Bagi remaja, pelatihan ADHD (ADD) , berpartisipasi dalam kelompok pendukung, atau keduanya dapat membantu menormalkan gangguan dan membantu mereka dalam memperoleh baik fokus umpan balik dan informasi umum. Konselor seperti psikolog, dokter anak perkembangan perilaku, pekerja sosial klinis, dan perawat praktek lanjutan yang juga akrab dengan ADHD (ADD) bisa sangat berharga untuk anak-anak yang terkena dampak dan keluarga mereka. Modifikasi perilaku dan terapi keluarga biasanya diperlukan untuk perawatan yang optimal. Kondisi hidup bersama harus ditangani sebagai bagian dari terapi. Terapi Obat 2 komponen utama dalam perawatan medis anak-anak dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan perhatian defisit sebelumnya disebut (ADD), adalah terapi perilaku dan farmasi. Komponen perilaku ditutupi di bagian Perawatan di atas. Dosis Pediatrik obat stimulan untuk penderita ADHD (ADD) di pusat komunitas medis Amerika Serikat berbeda . Tabel di bawah berasal dari protokol percobaan stimulan dari Pusat Affinity, Inc, sebuah pusat untuk evaluasi dan pengobatan ADHD (ADD) dan gangguan mood di Cincinnati, Ohio. Dosis Pediatric Obat Stimulant Obat Dosis Initial Pediatric Rentang dosis Pediatric dan dosis Maximum Dosis Umum Pediatric Persiapan Methylphenidate immediate release (IR) (Ritalin, Methylin, generic) 2.5-5 mg 0.1-0.8 mg/kg/dose PO qd to 5 times/d; not to exceed 60 mg/d 0.3-0.5 mg/kg/dose PO tid/qid 5-mg, 10-mg, or 20-mg scored tabs; Methylin also available as 2.5-mg, 5-mg, atau 10-mg chewable tab dan PO sol (5 mg/5 mL and 10 mg/mL) Methylphenidate sustained-release (SR) (Ritalin LA, Metadate CD) Konversi dari IR atau 10 mg. 0.2-1.4 mg/kg/dose PO qd/tid; not to exceed 60 mg/d 0.6-1 mg/kg/dose PO qd/bid 10-mg, 20-mg, 30-mg, or 40-mg tabs (Metadate 50-mg dan 60-mg tabs.); dapat dicampur makanan(Jangan dipotong, dihancurkan atau dikunyah) Methylphenidate extended release (ER)‡ (Ritalin SR, Methylin ER, Metadate ER, generic SR) Konversi dari IR. 0.2-1.4 mg/kg/dose PO qd/tid; not to exceed 60 mg/d 0.6-1 mg/kg/dose PO qd/bid 20-mg Spansules (Jangan dipotong, dihancurkan atau dikunyah Methylphenidate OROS tablets (Concerta) Konversi dari IR atau 18 mg. 0.3-2 mg/kg PO qd; not to exceed 54 mg/d 0.8-1.6 mg/kg PO qd 18-mg, 27-mg, 36-mg, dan 54-mg tabs (Jangan dipotong, dihancurkan atau dikunyah Methylphenidate transdermal patch (Daytrana)† Konversi dari IR atau 10 mg (12.5 cm2 patch) released over 9 h and titrate up prn. 0.3-2 mg/kg released over 9 h; not to exceed one 30-mg patch 10-30 mg released over 9 h 10-mg, 15-mg, 20-mg, 30-mg patches, applied to the hip Dexmethylphenidate IR (Focalin) 2.5-5-mg 0.1-0.5 mg/kg/dose PO qd to qid; not to exceed 20 mg/d 0.2-0.3 mg/kg/dose PO bid/tid 2.5-mg, 5-mg, atau 10-mg scored tabs (Jangan dipotong, dihancurkan atau dikunyah Dexmethylphenidate extended release (Focalin-XR) 5-10-mg 0.2-1 mg/kg/dose PO qd to bid; not to exceed 20 mg/d 0.4-0.6 mg/kg/dose PO qd/bid 5-mg, 10-mg, atau 20-mg scored tabs; dapat dicampur makanan(Jangan dipotong, dihancurkan atau dikunyah Dextroamphetamine (Dexedrine, Dextrostat) 2.5-5 mg 0.1-0.7 mg/kg/dose PO qd/qid; not to exceed 60 mg/d 0.3-0.5 mg/kg/dose PO qd/tid Dexedrine: 5-mg scored tabs; Dextrostat: 5-mg dan 10-mg scored tabs Dextroamphetamine Spansules (Dexedrine CR) 5 mg 0.1-0.75 mg/kg/dose PO qd/bid; not to exceed 60 mg/d 0.3-0.6 mg/kg/dose PO qd/bid 5-mg, 10-mg, atau 15-mg Spansules; dapatb dicampur makanan(Jangan dipotong, dihancurkan atau dikunyah.) Mixed amphetamine salts IR (Adderall, generic) 2.5-5 mg 0.1-0.7 mg/kg/dose PO qd/qid; not to exceed 40 mg/d 0.3-0.5 mg/kg/dose PO tid/qid 5-mg, 7.5-mg, 10-mg, 12.5-mg, 15-mg, 20-mg, or 30-mg scored tabs Mixed amphetamine salt XR (Adderall-XR) Konversi dari IR atau use 5-10 mg 0.2-1.4 mg/kg/dose PO qd/tid Not to exceed 30 mg/d 0.6-1 mg/kg/dose PO qd/bid 5-mg, 10-mg, 15-mg, 20-mg, 25-mg, or 30-mg Spansules; dapat dicampur makanan(Jangan dipotong, dihancurkan atau dikunyah.) Lisdexamfetamine (Vyvanse) 30 mg PO qam 30-70 mg PO qam Data limited (too early to tell) 20-mg, 30-mg, 40-mg, 50-mg, 60-mg, or 70-mg caps (Telan seluruh kapsul, taburi ke makanan lunak, atau larutkan isi segelas air dan segera diminum.) Catatan. Secara umum, ketika istilah methylphenidate, Dexedrine, dan Ritalin digunakan tanpa singkatan untuk extended-release persiapan misalnya, rilis terus menerus [CR], SR, osmotik-release sistem lisan [Oros]), short-acting, persiapan IR tersirat. * Dosis pediatrik maksimum yang disarankan oleh US Food and Drug Administration (FDA). Meskipun beberapa anak mendapatkan keuntungan yang besar dari dosis lebih besar dari ini, manfaat dari penggunaan baik ujung terendah dan tertinggi dari kisaran dosis ini jarang terjadi. † Patch methylphenidate berisi dosis methylphenidate berbeda total dari namanya karena dirancang untuk terakhir 12 jam (misalnya, 10-mg Patch [patch yang ukuran 12,5 cm2] memberikan sekitar 10 mg lebih dari 9 h [tingkat pengiriman yang diperkirakan adalah 1,1 mg / h untuk patch ini khususnya]). Tingkat Pengiriman bervariasi tergantung pada ukuran patch. ‡ Banyak pasien menggambarkan pengalaman mereka dengan persiapan methylphenidate SR sebagai tidak menentu dan tidak nyaman. Dosis konversi Dosis Konversi untuk psikostimulan selalu melalui perkiraan, terutama ketika seseorang mengkonversi antara stimulan, seperti methylphenidate dan dextroamphetamine. Berbagai bentuk obat yang sama memiliki farmakokinetik yang sedikit berbeda, dan pasien sering memiliki respon yang berbeda kepada mereka. Konversi yang direkomendasikan FDA antara short-acting dan long-acting (LA) Olahan dari obat yang sama didasarkan pada upaya untuk mencocokkan serum konsentrasi kurva dan tidak klinis kinerja kurva. Dalam praktek klinis, rasio untuk mengkonversi antara obat berbeda di setiap ADHD (ADD) manifestasi, efek samping, komorbiditas, dan metabolisme pasien. Perkiraan yang umum dijelaskan dibawah. Pasien individu bervariasi, sehingga menutup tindak lanjut, dan mungkin titrasi, pada awalnya diperlukan. Untuk persiapan methylphenidate LA, CD, atau ER, mengkonversi dengan menggunakan rasio 2:1 dengan segera-release methylphenidate. Sebagai contoh, Ritalin 10 mg setiap 4 jam diubah menjadi Ritalin LA 20 mg setiap 8 jam. Untuk, efek beberapa pasien terakhir hanya 5-6 jam dengan persiapan LA, meskipun efek berlangsung 3,5-4 jam dengan bentuk IR. Namun, efek pendek dari satu 8-jam persiapan tidak selalu berarti lain persiapan 8-jam memiliki masalah yang sama. Untuk XR mixed amphetamine salts (MAS), mengkonversi dengan menggunakan rasio 2:1 dengan MAS IR. Waktu paruh dari MAS luas bervariasi antara individu. Beberapa pasien lebih baik dengan dosis kedua yang lebih rendah dan, dengan demikian, dapat mengambil manfaat dari IR dan kombinasi XR pagi. Dexedrine Spansule tampaknya memiliki varians interpatient terbesar saat mengubah bentuk IR ke bentuk CR. Rasio IR-ke-CR untuk efek klinis setara tampaknya bervariasi dari 1:1 sampai sekitar 1:1,5, namun konversi ini belum diteliti dengan baik. Sebagai contoh, 10 mg setiap 4 jam Dextrostat diubah menjadi Dexedrine CR 10-15 mg setiap 8 jam. Methylphenidate Oros tablet dikonversi dalam rasio 18:05 dengan methylphenidate. Sebagai contoh, Ritalin 10 mg setiap 4 jam diubah menjadi Concerta 36 mg. Bagi banyak pasien, efek dari tablet Oros berlangsung hanya 9-10 jam dan pasien juga sering menggambarkan obat sebagai waktu lebih lama daripada yang lain akan berlaku. Methylphenidate Oros tablet dikonversi dalam rasio 18:10 dengan methylphenidate LA, CD, atau ER. Sebagai contoh, Ritalin LA 10 mg q8h diubah menjadi Concerta 18 mg. Methylphenidate transdermal patch diubah dalam rasio 1:1 dengan methylphenidate IR dan rasio 1:2 dengan persiapan LA, meskipun FDA menyarankan untuk memulai dengan patch dosis terendah dan bekerja ke atas. Konversi dosis Lisdexamfetamine dapat dibandingkan dengan dextroamphetamine segera-release (Dexedrine IR). Informasi yang menggambarkan resep dengan dosis 100 mg lisdexamfetamine dimesylate sebagai setara dengan d-amfetamin sulfat mg segera-release 40. Kategori obat Psikostimulan efektif pada pasien dengan ADHD (ADD). Selain itu, mereka telah tersedia selama beberapa dekade, memungkinkan untuk apresiasi yang kuat dari kurangnya efek samping utama jika digunakan pada dosis terapi. Blader et al (2009) mengevaluasi kemampuan divalproex untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan ADHD dan gangguan mengganggu. Anak-anak dengan perilaku agresif gigih yang underresponsive terhadap terapi psikostimulan secara acak ditugaskan untuk menerima divalproex atau plasebo di samping terapi stimulan selama 8 minggu. Proporsi yang lebih tinggi dari perbaikan perilaku diamati pada kelompok divalproex (8 dari 14 [57%]) dibandingkan dengan plasebo (2 dari 13 [15%]). Sebuah percobaan yang lebih besar diperlukan untuk lebih mempelajari penggunaan divalproex untuk memperbaiki perilaku agresif pada pasien dengan ADHD. [6] Atomoxetine (Strattera), sebuah norepinefrin nonstimulant reuptake inhibitor (SNRI), telah efektif pada banyak orang dengan ADHD (ADD). Ini obat yang relatif baru memiliki kelebihan qd-to-tawaran dosis dan terjadwal status dengan Drug Enforcement Agency (DEA). Namun, kasus kegagalan hati reversibel telah secara langsung dikaitkan dengan atomoxetine, dan evaluasi jangka panjang lainnya efek buruk telah terbatas pada data dari beberapa tahun. Pasien secara signifikan dapat manfaat lebih dari stimulan daripada dari atomoxetine, tetapi beberapa dapat mengakibatkan kerugian tidak dapat dipertahankan dengan produk stimulan atau dosis. Dalam pengalaman subspecialists banyak, pasien ini mungkin mendapat manfaat dari kombinasi atomoxetine dan stimulan. Bagi banyak pasien, atomoxetine tampaknya menambah efek klinis stimulan, memungkinkan untuk kemanjuran klinis dengan dosis rendah dan mengurangi kemungkinan efek samping. Antidepresan dan alfa-agonis memiliki peran penting pada beberapa individu dengan ADHD (ADD). Kebanyakan terkenal buruk efek profil. Antidepresan dan alfa-agonis dapat menyebabkan efek samping jantung, dan ini mungkin harus disimpan dalam pikiran. Sebuah studi kohort terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association pada tahun 2011 menunjukkan bahwa penggunaan saat ini atau baru dari obat ADHD pada orang dewasa muda dan paruh baya tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular serius. Keterbatasan studi ini termasuk kurangnya informasi yang lengkap pada beberapa faktor risiko potensial penting. Clonidine extended-release (Kapvay) disetujui untuk anak-anak dengan ADHD pada September 2010. Para clonidine segera-release telah digunakan off-label untuk ADHD, namun, sedasi adalah kelemahan. Produk extended-release menyediakan fluktuasi kurang dari tingkat serum dan mungkin lebih baik ditoleransi. Modafinil (Provigil), obat yang digunakan untuk mengobati kantuk di siang hari yang berlebihan, meningkatkan gejala inti dalam banyak anak dengan ADHD (ADD). Dalam penelitian awal pada anak, merugikan mempengaruhi umum terjadi pada tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan plasebo adalah insomnia (24%) dan anoreksia (14%). Pada Agustus 2006, Cephalon, produsen modafinil (Sparlon), menerima surat nonapprovable dari FDA untuk pengobatan ADHD (ADD). Cephalon telah memutuskan bahwa hal itu tidak akan mengejar pengembangan lebih lanjut dari Sparlon untuk ADHD (ADD). Modafinil masih tersedia sebagai Provigil, yang memang memiliki persetujuan FDA untuk meningkatkan terjaga untuk orang dewasa dengan narkolepsi, sleep apnea, atau shift-kerja gangguan tidur. Banyak ADHD (ADD) spesialis terus menggunakan modafinil pada pasien tertentu tanpa masalah. Untuk melihat informasi dari media briefing yang menjelaskan keputusan FDA, lihat Cephalon Briefing Media. Transkrip dari Obat Psychopharmacologic Komite Penasihat FDA menit yang menggambarkan ruam diamati dalam uji klinis dengan modafinil yang tersedia. Untuk informasi lebih lanjut lihat Obat FDA Psychopharmacologic menit Komite Penasehat dari tanggal 23 Maret 2006 yang membahas modafinil untuk ADHD Stimulasi magnetik transkranial (TMS) menggunakan perangkat medis yang berlaku pulsa magnetik noninvasively ke korteks otak untuk depolarize neuron. Telah dilakukan penelitian tentang keamanan dan kemanjuran pada orang muda dengan gangguan attention-deficit/hyperactivity (ADHD). Stimulasi magnetik transkranial menunjukkan hasil yang aman, tanpa efek samping yang serius diamati dalam penelitian percobaan. Perbaikan gejala yang diamati di fase gabungan penelitian, meskipun tidak ada perbedaan antara bentuk aktif dan palsu dari TMS. Efek penting secara klinis harus lebih dinilai dalam studi terkontrol lebih besar. Follow Up Tindak lanjut untuk attention deficit hyperactivity disorder ADHD atau ADD, bervariasi dan tergantung pada profil pasien, pengalaman klinisi, dan akses ke penyedia layanan kesehatan. Setelah kondisi pasien stabil, frekuensi tindak lanjut dari setiap 6-12 minggu sering sesuai untuk tahun pertama. Setelah itu, pasien yang kondisinya stabil mungkin melakukan yang terbaik dengan kunjungan setiap 4 bulan untuk menilai obat mereka. Psikoterapi mungkin perlu dilanjutkan selama beberapa bulan sampai beberapa tahun. Daftar Pustaka APA. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. 4th ed. Washington, DC: American Psychiatric Association Press; 1994:78-85. Spinelli S, Joel S, Nelson TE, Vasa RA, Pekar JJ, Mostofsky SH. Different neural patterns are associated with trials preceding inhibitory errors in children with and without attention-deficit/hyperactivity disorder. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry. Jul 2011;50(7):705-715.e3. Ducharme S, Hudziak JJ, Botteron KN, Albaugh MD, Nguyen TV, Karama S, et al. Decreased regional cortical thickness and thinning rate are associated with inattention symptoms in healthy children. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry. Jan 2012;51(1):18-27.e2. Brown TE. Brown ADD Scales. San Antonio, TX: Psychological Corp; 1996:5-6. Nigg JT, Lewis K, Edinger T, Falk M. Meta-analysis of attention-deficit/hyperactivity disorder or attention-deficit/hyperactivity disorder symptoms, restriction diet, and synthetic food color additives. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry. Jan 2012;51(1):86-97.e8. Blader JC, Schooler NR, Jensen PS, Pliszka SR, Kafantaris V. Adjunctive divalproex versus placebo for children with ADHD and aggression refractory to stimulant monotherapy. Am J Psychiatry. Dec 2009;166(12):1392-401. Habel LA, Cooper WO, Sox CM, et al. ADHD medications and risk of serious cardiovascular events in young and middle-aged adults. JAMA. Dec 28 2011;306(24):2673-83. Wilens TE, Bukstein O, Brams M, Cutler AJ, Childress A, Rugino T, et al. A controlled trial of extended-release guanfacine and psychostimulants for attention-deficit/hyperactivity disorder. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry. Jan 2012;51(1):74-85.e2. Elia J, Ambrosini PJ, Rapoport JL. Treatment of attention-deficit-hyperactivity disorder. N Engl J Med. Mar 11 1999;340(10):780-8. Hunt RD, Paguin A, Payton K. An update on assessment and treatment of complex attention-deficit hyperactivity disorder. Pediatr Ann. Mar 2001;30(3):162-72. Johnson TM. Evaluating the hyperactive child in your office: is it ADHD?. Am Fam Physician. Jul 1997;56(1):155-60, 168-70. Millichap JG. Etiologic classification of attention-deficit/hyperactivity disorder. Pediatrics. Feb 2008;121(2):e358-65. Nadeau KG, Littman E, Quinn P. Understanding Girls With AD/HD. Springfield, MD: Advantage Books; 2000. Ramchandani P, Joughin C, Zwi M. Attention deficit hyperactivity disorder in children. Clin Evid. Jun 2002;262-71. Rappley MD. Clinical practice. Attention deficit-hyperactivity disorder. N Engl J Med. Jan 13 2005;352(2):165-73. Wolraich ML, ed. The Classification of Child and Adolescent Mental Diagnoses in Primary Care: Diagnostic and Statistical Manual for Primary Care (DSM-PC) Child. Elk Grove, IL: American Academy of Pediatrics; 1996. Wilens TE. Straight Talk about Psychiatric Medications for Kids. New York, NY: Guilford Press; 2002. Reeves G, Schweitzer J. Pharmacological management of attention-deficit hyperactivity disorder. Expert Opin Pharmacother. Jun 2004;5(6):1313-20. Spencer TJ, Biederman J, Wilen T. Pharmacotherapy of ADHD with antidepressants. In: Barkley RS, ed. Attention Deficit Hyperactivity Disorder: A Handbook for Diagnosis and Treatment. 2nd ed. New York, NY: Guilford Press; 1998:552-63. Weaver L, Rostain AL, Mace W, Akhtar U, Moss E, O’Reardon JP. Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) in the Treatment of Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder in Adolescents and Young Adults: A Pilot Study. J ECT. 2012 Apr 30. ARTIKEL TERKAIT: Deteksi Dini dan Penanganan Dini ADHD Anakku Cerdas, Malas Belajar, Kurang Teliti dan Gangguan Konsentrasi Terapi Obat dan Intervensi Terkini Pada ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Penanganan Terkini Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Pada Anak Oppositional Defiant Disorder (ODD), Anak Pemarah dan Pemberontak Selektif mutisme, Gangguan Berbicara Di Depan Umum Pada Anak Skizofrenia, Kenali Sejak Usia Anak Autism: Benarkah Kontroversi Autism dan Imunisasi Thimerosal ? Cara Menyikapi Kontroversi Autism dan Imunisasi Penanganan Autism dan Alergi Hipersensitifitas Makanan

Wednesday, 29 May 2013

KNEE BURSITIS (PATELLAR BURSITIS)

sumber :seripayku.blogspot

Bursa adalah kantung tipis yang berisi cairan pelumas alami yang dihasilkan tubuh dan terletak diatas tempurung lutut. Fungsi dari bursa ini memungkinkan beberapa jaringan yang berbeda seperti otot, tendon dan kulit bergerak tanpa ada hambatan.
Bentuk dari bursa sendiri sebenarnya sangat tipis tetapi jika terjadi peradangan/bursitis maka ukuran bursa akan menjadi besar karena rongga/kantung tersebut meradang dan teriritasi. Peradangan pada bursa umumnya disebabkan karena benturan/trauma atau terjadinya kerobekan pada kulit atau juga bisa karena luka tusuk, jika dibiarkan bursa yang meradang akan terinfeksi dan pengobatan untuk melawannya dengan pemberian antibiotik.
Bursitis pada lutut paling umum terjadi pada bagian prepatelar bursitis dan ini sering disebut "Housemaid's Knee", kenapa disebut housemaid's/pembantu knee karena seorang yang berprofesi pembantu sering berjalan/melakukan aktivitas menggunakan lututnya/ kneeling position (bahasa jawa mbrangkang).
Tanda dan Gejala
Tanda dari bursitis pada lutut ini dapat diamati sebagai berikut :
1. Adanya pembengkakan pada area tempurung lutut.
2. Keterbatasan gerak dalam menekuk dan meluruskan lutut
3. Nyeri jika lutut digerakkan
Nyeri yang terjadi akan lebih meningkat jika berjalan dengan menggunakan lutut (kneeling position) dan nyeri akan berkurang pada posisi duduk biasa. Untuk itu pasien akan merasa nyaman bila posisi lutut dalam keadaan istirahat atau tanpa bebanan.
Cara Mendiagnosa Bursitis Lutut
Fisioterapis akan memeriksa lebih lanjut dengan bertanya kepada pasien tentang riwayat cedera (apa, bagaimana, kapan, dimana dsb). Dengan melihat langsung letak pembengkakan yang ada dan adanya nyeri tekan pada area prepatelar bursa maka sudah bisa dipastikan kalo pasien menderita Knee Bursitis.

Cara Mencegah
Cara yang terbaik untuk menghindari bursitis pada lutut adalah menjaga elastisitas otot-otot pada paha baik otot bagian depan/m.quadricep's atau otot bagian belakang/m.hamstring. Selain itu hindari kneeling position/gerakan yang menumpu langsung pada lutut. Jika anda berprofesi sebagai tukang kebun/tukang karpet/pembantu rumah tangga yang sering menumpu langsung pada lutut untuk aktivitasnya, alangkah baiknya tiap 1-2 jam anda melakukan penguluran pada otot-otot paha anda dan sesampai dirumah kompres lutut anda dengan esbatu selama 15-20 menit.

Monday, 28 January 2013

Petunjuk Cara Belajar Jalan Pada Anak


Pada umumnya bayi menunjukkan kemampuan berjlan saat sekitar ulang tahun pertama, Tetapi sebenarnya kemampuan ini bervariasi antara  rentang usia 9-18 bulan. Jangan khawatir bila bayi Anda mengambil jalan memutar beberapa di sepanjang jalan. Beberapa kelompok anak tidak melalui fase duduk dan  merangkak, tetapi langsung berjalan. Fenomena ini sebenarnya normal. teta[pi keadaan ini sering terjadi pada anak dengan gangguan keseimbangan atau motorik kasar yang ringan. Yang penting pada tahap ini adalah bahwa anak Anda menggunakan lengan dan kaki bersama-sama untuk bergerak.
Seorang bayi membutuhkan sekitar 1.000 jam praktek dari saat mereka berdiri tegak hingga dapat berjalan sendiri. Untuk membantu mempersiapkan berjalan pada anak. Dalam melakukan pembelajaran jalan pada anak sebaiknya orang tua harus bersikap sabar dan telaten. Jangan terlalu menuntut anak harus cepat bisa jalan, karena harus disadari kemampuan berjalan pada anak tidak sama. Orang tua boleh kawatir bila anak hingga usia 18 bulan belum bisa berjalan.
Jika anak Anda melakukan salah satu dari berikut :
  • Berguling-guling di lantai
  • berjalan  seperti Kepiting
  • bergeser  atau merayap
  • Panjat tangga dengan tangannya
Lihatlah kemajuan anak Anda dengan cermat. Apakah bulan ini mengalami kemampuan yang lebih baik  dibanding bulan lalu? Apakah dapat mengangkat sedikit lebih dari tubuhnya dari tanah? Jika demikian, Anda punya tidak perlu khawatir. Jika pada akhir tahun pertama, ia tidak melakukan upaya untuk berkeliling entah bagaimana, berbicara dengan dokter Anda.
Persiapan Berjalan Berjalan

  • Dari lahir:
    Persyaratan paling penting untuk berjalan: otot punggung yang kuat, perkembangan  mengangkat bayi kepala mereka sambil berbaring pada perut mereka. Jadi membuat Anda yakin mendapatkan banyak waktu perut saat terjaga. Tempat mainan yang menarik dan benda-benda di luar jangkauan untuk motivasi.
  • Setelah dia bisa duduk:
    Bantuan berlatih keseimbangan dan mobilitas dengan menggelindingkan bola. Atau sering memberi  mainan di depannya dan bergerak dari sisi ke sisi, cara ini mendorong dia untuk bersandar. Ketika dia menerjang maju atau merangkak, dia akan mengembangkan kekuatan yang lebih di leher, punggung, kaki, dan lengan, serta pengendalian lebih pinggulnya - memungkinkan untuk mengangkat tubuhnya ke posisi berdiri yang aman.
  • Setelah ia dapat berdiri:
    Biarkan dia berjalan di depan Anda sambil memegang tangannya  dan  berkala melepaskan satu tangan sehingga ia dapat melakukan belajar jalnnya dengan keseimbangan. Atau berdiri beberapa meter darinya dan akan merasa sangat bahagia ketika dia berdiri sendiri. Kejadian ini harius mendapatkan  dorongan dan pujian.
  • Setelah ia dapat  bejalan  Setelah dia telah menguasai berdiri, ia mungkin mulai meninggalkan cetakan tangan ke seluruh rumah saat belajar jalan dengan kaki dan tangan yangbelepotan. Bantu dia dengan furnitur  yang kokoh supaya dia bisa membuat jalan melintasi ruangan. Dia mungkin belum bisa duduk dari posisi berdiri, yang dia ingin lakukan sebelum belajar berjalan sendiri. Bantu meringankan pantatnya ke bawah dengan tangan Anda, kemudian ia akan dapat duduk tanpa menyakiti pantatnya. 
Pencegahan Keamanan 
  • Ketika bayi baru berjalan sangat mungkin mengalami banyak hal  lebih cepat dari yang Anda bayangkan
  • Hapus rendah meja dengan sudut tajam yang sulit untuk menutupi cukup baik untuk mencegah cedera. (Lecet di atas atau di alis sangat umum di antara anak-anak belajar berjalan bahwa dalam kamar rumah sakit darurat mereka disebut luka-meja kopi!)
  • Singkirkan perabot yang mudah mudah.
  • Jauhkan berbagai barang diantaranya  tali, karpet atau barang lain yang membuat anak ;lebih mudah tersandung.
  • Perhatikan keamanan tangga dan daerah lantai yang berseiko terjadi kecelakaan saat bayi anda belajar berjalan
  • Kunci semua peralatan  rumah tangga yang berpotensi membahayakan.
Apakah saya harus membeli baby walker ?
  • Sebaiknya tidak digunakan,  Kanada telah melarang penjualan pejalan kaki, dan American Academy of Pediatrics mendukung larangan serupa di Amerika Serikat. Setiap tahun, ribuan anak-anak berakhir di rumah sakit karena cedera dari menggunakan alat bantu jalan, seperti menjatuhkan menuruni tangga atau mencapai kompor panas.  Bila telah membeli dalam pemakaiannya sebaiknya harus diawasi dengan ketat. Pemakaian baby walker tidak berhubungan dengan kaki bengkok, kaki berbentuk O atau jalan jinjit.
  • Kursi elip bukan cara belajar yang baik.Meskipun mereka memegang anak-anak dalam posisi tegak, mereka tidak membantu mereka belajar berjalan lebih cepat. Bahkan, perangkat ini bahkan mungkin menunda berjalan jika mereka digunakan terlalu sering. tubuh seorang anak tidak sejajar dengan benar ketika ia duduk di salah satu dari mereka. bayi Anda jauh lebih baik di lantai atau di sebuah boks.
Sepatu bayi pertama
  • Saat  dalam ruangan, sebaiknya biarkan anak Anda berjalan-jalan tanpa alas kaki. Kakinya bisa ambil permukaan licin, seperti lantai kayu dan ubin, lebih baik.
  • Bila di luar ruangan sebaiknya memakai  sepasang sepatu.
Tips membeli Sepatu untuk jalan awal pada bayi
  • Jangan berbelanja sepatu  di pagi hari, sejak kaki tumbuh sekitar 5 persen pada akhir hari.
  • Anak Anda harus berdiri ketika Anda memeriksa cocok. Anda harus dapat menekan lebar penuh dengan ibu jari Anda di antara ujung sepatu dan ujung jari kakinya, dan harus ada cukup ruang di tumit untuk menekan kelingking Anda masuk 
  •  Biarkan berjalan tertatih-tatih ke sekeliling di toko sepatu selama lima menit, kemudian mengambil mereka dan melihat kakinya. 
  • Perhatikan perkembangan dan pertubuhan kaki setiap  bulan karena akan  berkembang pesat pada tahap ini. Keadaan ini mungkin mengharuskan selalu berganti sepatu  dua sampai tiga bulan.